SANGHYANG TRIYARTA adalah Dewa Kesuburan, Keluhuran dan kemuliaan. Ia bersemayam di Kahyangan Argamaya. Sanghyang Triyarta adalah putra keempat dari enam bersaudara putra Sanghyang Wening/ Sanghyang Darmajaka dangan Dewi Sikandi. Kelima orang saudara kandungnya masing-masing bernama; Sanghyang Pancaresi, Sanghyang Narada – yang menjadi lurahnya para dewa –, Sanghyang Caturkanaka, Sanghyang Dermaya dan Dewi Dremani yang menjadi istri Sanghyang Tunggal.
Sanghyang Triyarta menikah dengan Dewi Suyati, saudara sepupunya sendiri, putri dari Sanghyang Wenang, adik Sangyang Wening, dengan Dewi Saoti.
Seperti sudah menjadi kehendak Sang Maha Pencipta, Sanghyang Triyarta dan Dewi Suyati menjadi perantara lahirnya para bidadari. Karena itu dari 77 (tujuh puluh tujuh) orang anaknya semuanya perempuan. Para bidadari putri Sanghyang Triyarta dengan Dewi Suyati inilah yang kemudian menjadi istri para dewa keturunan Sanghyang Tunggal, baik anak ketururan Sanghyang Ismaya maupun anak keturunan Sanghyang Manikmaya.
Dari sekian banyak putri Sanghyang Triyarta yang dikenal dalam pedalangan diantaranya Dewi Tunjungbiru yang pernah turun ke arcapada, menjelma/menitis sebagai putri Bathara Kandikota (turun ke-empat dari Sanghyang Darmajaka). Dalam penitisannya itu Dewi Tunjungbiru menikah dengan Prabu Arya/Aya, raja negara Duryapura dan mempunyai seorang putra yang diberi nama, Dasarata yang setelah dewasa menjadi raja negara Ayodya.
Popular Posts
-
RAMAWIJAYA dikenal pula dengan nama Ramayana, Ramaragawa, Ramacandra, Ramabadra, Rawadewa dan Raguputra. Ia merupakan putra tunggal Prabu...
-
BATHARA KUWERA adalah putra ketiga Sanghyang Ismaya dangan Dewi Senggani. Ia mempunyai sembilan orang saudara kandung masing-masing berna...
-
BATHARA PARIKENAN atau Bambang Parikenan adalah putra Bathara Brahmanaresi/Bremani (pedalangan jawa) dengan Dewi Srihuna/Srihunon, putri...
-
ARYA SETYAKI juga dikenal dengan nama Arya Wresniwara, yang berarti perwira dari suku Wresni. Sedangkan julukan Singamulangjaya, karena a...
-
Prabu Matswapati memanggil Raden Utara dan Wratsangka untuk menghadap. Ia menanyakan mengapa Patih Kencakarupa dan Rupakenca tidak datang me...

0 komentar:
Posting Komentar