WISANGGENI

RESI WISANGGENI adalah pertapa dari pertapaan Ardisekar. Dalam Serat ―Ramayana‖, Resi Wisanggeni dikenal dengan nama Bagawan Ricika, Resi Wisanggeni merupakan putra bungsu dari dua bersaudara putra Bagawan Dewatama, yang berarti cucu Bathara Dewanggana, turun ke-3 dari Bathara Surya. Kakaknya, Prabu Heriya menjadi raja di negara Maespati, negara yang dibangun besamanya dari puing-puing bekas kerajaan Masywa yang hancur akibat kemurkaan Dewa Siwa.
Resi Wisanggeni menikah dengan Dewi Setyawati, putri tunggal Raja Gadi dari negara Kanyakawaya.

Perkawinan dapat berlangsung berkat bantuan Bathara Waruna yang berhasil memenuhi semua persyaratan yang diajukan Raja Gadi. Persyaratan itu antara lain ; Pertama ; calon pengantin pria mengadakan seribu ekor kuda berbulu merah yang sebelah telinganya berwarna hitam. Kedua, wajah valon pengantin pria harus mengesankan kecakapan yang dapat menembus hati yang melihatnya. Ketiga, calon pengantin pria datang ke negara Kanyakawaya diiringi para dewa, dan keempat ; Dewa Waruna sendiri yang bersabda kepada Raja Gadi bahwa sesungguhnya calon pengantin pria memang jodoh Dewi Setyawati.

Dari pekawinannya dengan Dewi Setyawati, Resi Wisanggeni mempunyai dua orang putra lelaki, yaitu Jamadagni dan Suwandagni. Karerna Resi Wisanggeni tidak menginginkan tahta, maka ketika Raja Gadi meninggal yang naik tahta sebagai raja negara Kanyakawaya adalah Jamadagni. Sedangkan Suwandagni mengikuti jejaknya hidup sebagai pertapa di pertapaan Ardisekar

0 comments:

Post a Comment