SARMISTA

DEWI SARMISTA adalah nenek moyang keluarga Pandawa dan Kurawa. Ia merupakan purtri tunggal Prabu Wrisaparwa, raja daitya/setengah raksasa negara Parwata. Ibunya seorang habsari keturunan Bathara Mahedewa. Sarmista berwajah cantik, memiliki sifat dan perwatakan; lembut, baik hati, setia dan sangat berbakti.

Karena suatu kesalahan yang tidak disengaja, bertahun-tahun Sarmista harus menjkalani hinaan dan siksaan bathin menjadi budak sahabatnya sendiri, Dewi Dewayani, putri tunggal Resi Sukra. Peristiwanya terjadi, tatkala mereka dan pengiringnya selesai mandi di telaga, Sarmista salah mengambil pakaian Dewayani karena pakaian mereka saling menumpuk akibat tiupan angin. Dewayani marah-marah dan mengumpat. Sarmista yang marah tanpa sengaja mendorong tubuh Dewayani sampai jartuh ke lumpur. Karena takut terkerna kutuk pastu Resi Sukra, ayah Dewayani yang sangat sakti dan memiliki mantra Sanjiwani, Sarmista akhirnya menertima pemintaan Dewayani agar ia dan semua pengiringnya menjadi budak Dewayani.

Ketika Dewayani menjadi permaisuri Prabu Yayati, raja negara Astina, Sarmista tetap menjadi budaknya. Namun karena kecantikan dan sikap pribadinya yang menarik, Prabu Yayati akhirnya membebaskan Sarmista dari perbudakan dengan mengambilnya sebagai istri. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra lelaki masing-masing bernama ; Druhyu (menurunkan wangsa Boja), Anu dan Puru (menurunkan wangsa Kuru/Pandawa dan Kurawa). Kelak setelah Prabu Yayati meninggal, Puru lah yang ditetapkan sebagai penggantinya, sebagai raja negara Astina, sesuai janji Prabu Yayati.

0 comments:

Post a Comment