Regawa alias Ramawijaya akan menjadi raja untuk menggantikan Dasarata, tetapi dari Dewi Kekayimenuntut agar anaknya yang bernama Baratalah yang dijadikan raja.
Barata menolak naik takhta dan minta agar Regawa tetap berada di Ayodya, tetapi Regawa tetap pada
pendiriannya semula, lalu ia pergi dari Ayodya bersama istrinya menjalani masa pembuangan di Hutan Dandaka.
Di tengah hutan Regawa bertanding melawan dengan Karadusana yang menjadi utusannya Sarpakenaka,adik Dasamuka. Karadusana kalah. Setelah itu Regawa melanjutkan perjalanan ke Gunung Argasoka, dan diterima baik oleh Sutignayogi.
Di halaman tersebut terlihatlah seekor kijang kecil.
Karena Sinta menginginkannya maka binatang itu, dipanahnya, tidak lama kemudian berubah menjadi seekor raksasa besar, penjelmaan Kalamarica.
Dewi Sinta yang tanpa dikawal oleh seorangpun lalu diculik oleh Dasamuka. Atas petunjuk Jatayu maka Regawa tidak dapat mengejarnya dan Jatayu hampir mati karena kelelahan. Regawa merasa sedih karena telah kehilangan pengikut yang setia.
Popular Posts
-
Dikisahkan ing pertapan Jatisrana, ana pandhita aran Begawan Suwandhagni. Sang Begawan nduwe anak loro lanang kabeh aran Bambang Sumantri la...
-
Prabu Matswapati, Prabu Puntadewa, Prabu Kresna, dihadap oleh Bima, Arjuna, Nakula, Sadewa, Drestajumena dan Setyaki. Mereka masih bersedih ...
-
PUNTADEWA adalah putra sulung Prabu Pandudewanata, raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Kunti, putri Prabu Basukunti dengan Dewi Dayi...
-
DEWI KANIRARAS atau Dewi Retnowati, adalah putri sulung Bathara Hira, putra Sanghyang Triyarta yang berarti keturunan Sanghyang Wening/ ...
-
DADUNGAWUK adalah raksasa kerdil anak buah Bathari Durga, raja makhluk siluman yang bertahta di Kahyangan Setragandamayit. Dadungawuk tin...

0 komentar:
Posting Komentar