Arjuna merasa karena dapat mengalahkan Prabu Jatikusuma dari Parang Gubarja. Batara Guru tidak senang dengan kecongkakan Arjuna itu dan dikutuk menjadi sendang (kolam air) atas permintaan Jatikusuma.
Arjuna sadar apa yang terjadi maka mohon kepada dewa agar semua mata air mengalir ke sendang. Tidak lama antaranya, para bidadari resah karena tidak ada air, sehingga mereka turun ke hutan Krendayana menemukan kolam terus mandi dan mereka juga harus berada di dalam kolam bersama Begawan Banyurasa (Arjuna) dan lama kelamaan tidak mau kembali ke kahyangan.
Sementara itu ada putri cantik bernama Dewi Nilawati dan Dewi Suwarsi duduk di tepi sendang. Arjuna jatuh cinta pada keduanya. Pada waktu akan dicium, kedua putri itu berubah menjadi Dewa Guru dan Narada, yang kemudian kembali ke Kayangan.
Jatikusuma menyerang tetapi dapat dikalahkan Arjuna.
Popular Posts
-
PUNTADEWA adalah putra sulung Prabu Pandudewanata, raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Kunti, putri Prabu Basukunti dengan Dewi Dayi...
-
Dikisahkan ing pertapan Jatisrana, ana pandhita aran Begawan Suwandhagni. Sang Begawan nduwe anak loro lanang kabeh aran Bambang Sumantri la...
-
RUKMAKA dan RUKMAKALA adalah raksasa penjelamaan Bathara Indra dan Bathara Bayu. Kedua raksasa ini hanya tampil dalam lakon ―Dewaruci‖ yai...
-
YAMAWIDURA adalah putra Prabu Kresnadwipayana/Bagawan Abiyasa, raja negara Astina dengan Dewi Datri, wanita pengidung Weda dari pertapaan ...
-
PRABU BASUDEWA adalah putra sulung Prabu Basukunti raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Dayita, putri Prabu Kunti, raja Boja. Basu...

0 komentar:
Posting Komentar