Di kahyangan Jonggringsalaka, para dewa kedatangan tamu Baladewa,
Baladewa baru saja bermimpi kahyangan dilanda banjir, ternyata kahyangan memang sedang menghadapi serangan Kala Sekipu.
Baladewa mencoba melawan Sekipu tetapi kalah.
Batara Guru kemudian menyuruh Batara Narada turun ke bumi untuk memberikan pusaka Wijayadanu dan Wijayacapa kepada Arjuna guna melawan Sekipu. Ternyata, pusaka jatuh ke tangan Suryatmaja yang memang berwajah mirip Arjuna.
Arjuna sedang berada di hutan untuk mencari kayu kastuba mulya guna memotong tali pusar Gatutkaca.
Ketika tiba-tiba Narada datang dan mengatakan bahwa pusaka Wijayadanu dan Wijayacapa untuk Arjuna telah jatuh ke tangan Suryatmaja, Arjuna tidak begitu peduli. Hanya satu yang sedang Arjuna cari, kayu kastuba mulia. Ternyata menurut Narada, sarung pusaka Wijayacapa itu dari kayu tersebut. Barulah kemudian Arjuna bersedia memenuhi Suryatmaja untuk meminjam sarung wijayacapa. Ketika Suryatmaja menolak meminjamkan, terjadilah perang. Suryatmaja kemudian bersedia memotong tali pusat bayi Gatutkaca.
Di Pringgadani, Werkudara, Puntadewa, dan Kresna sedang menantikan kedatangan Arjuna yang sedang mencari alat untuk memotong tali pusat Tetuka. Arjuna kemudian datang bersama Suryatmaja dan Narada.
Suryatmaja sendiri kemudian memotong tali pusat itu. Begitu tali pusat terpotong, sarung Wijayacapa
masuk ke dalam perut Tetuka. Suryatmaja ketakutan dan lari meninggalkan Pringgadani. Bersarangnya sarung Wijayacapa di perut Gatutkaca tidak membahayakan, bahkan nambah kekuatan, tetapi jangan sampai Gatutkaca bermusuhan dengan Suryatmaja.Gatutkaca tidak akan kuat menghadapi pusaka Suryatmaja.
Werkudara, Arjuna, Kresna, dan Narada ke kahyangan untuk menghalau Sekipu dan Kala Pracona.
Wrekudara dan Arjuna kalah, Kresna menyarankan agar Narada menjemput bayi Tetuka sebagai jago para dewa.
Kala Pracona menolak berperang melawan bayi, maka Tetuka segera didewasakan di kawah Candradimuka.
Berkat bantuan Empu Ramadi dan Anggajali, bayi Tetuka tumbuh dewasa sebagai Gatutkaca yang berotot kawat bertulang besi. Kala Pracona dan Sekipu akhirnya dikalahkan oleh Gatutkaca, kahyangan Jonggringsalaka tenteram kembali.
Popular Posts
-
Dikisahkan ing pertapan Jatisrana, ana pandhita aran Begawan Suwandhagni. Sang Begawan nduwe anak loro lanang kabeh aran Bambang Sumantri la...
-
PUNTADEWA adalah putra sulung Prabu Pandudewanata, raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Kunti, putri Prabu Basukunti dengan Dewi Dayi...
-
RAMAWIJAYA dikenal pula dengan nama Ramayana, Ramaragawa, Ramacandra, Ramabadra, Rawadewa dan Raguputra. Ia merupakan putra tunggal Prabu...
-
DEWARUCI mempunyai wujud dan bentuk sebagai dewa kerdil. Tokoh Dewaruci hanya dikenal dalam cerita pedalangan Jawa dan hanya ditampilkan ...
-
Prabu Matswapati, Prabu Puntadewa, Prabu Kresna, dihadap oleh Bima, Arjuna, Nakula, Sadewa, Drestajumena dan Setyaki. Mereka masih bersedih ...

0 komentar:
Posting Komentar