Resi Seta Gugur

Perang besar Baratayuda akan dimulai maka Prabu Suyudana mengangkat Resi Bisma sebagai mahasenapati. Di Tegal Kurusetra kedua barisan Pandawa dan barisan Kurawa saling berhadap-hadapan, barisan Pandawa dipimpin Utara, Wratsangka dan Seta sebagai senapati.

Utara perangtanding melawan Resi Bisma dan mati terbunuh. Wratsangka maju ke medan perang tetapi mengalami nasib yang sama terbunuh oleh Bisma.

Melihat adik-adik terbunuh Resi Seta sangat marah segera maju ke medan pertempuran melabrak Bisma, karena kehebatannya Bisma yang dibantu tujuh raja sekutu Kurawa terpaksa melarikan diri. Tiba-tiba Sentanu ayah Resi Bisma datang serta memberikan senjata yang luar biasa ampuhnya untuk membunuh musuh.

Sementara pangeran dari Mandraka, Rukmarata datang di pertempuran ia melepaskan panah ke arah Seta dan membuatnya jatuh berpura-pura mati. Maka Rukmarata mendekati dengan menantang, seketika Seta bangkit dan membunuhnya. Sekarang Bisma kembali ke medan perang dengan membawa senjata yang sakti dilepaskannya tepat mengenai sasaran seketika itu Seta gugur dan terjadi kegemparan yang hebat di kubu Pandawa.

Atas petunjuk Kresna, Dewi Wara Srikandi diangkat sebagai panglima perang untuk melawan Bisma, tetapi ia kalah karena mahir dalam olah perang. Pada saat itulah arwah Dewi Amba menjelma pada Srikandi, ia akan menyelesaikan perhitungan lama dengan Dewabrata. Selanjutnya Arjuna memberikan panah Pasopati kepada Srikandi untuk menghadapi Bisma yang sampai saat itu belum terkalahkan.

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Contact

Nama

Email *

Pesan *