Kisahnya mengenai Dewi Srikandi yang pergi dari Kerajaan Amarta dan berubah ujud sebagai ksatria, bernama Bambang Kandihawa. Sebagai pria, Bambang Kandihawa memperistri Dewi Durniti, putri Prabu Dike dari Kerajaan Manimantaka.Karena ternyata Bambang Kandihawa bukan laki-laki, maka Dewi Durniti melapor pada ayahnya. Prabu Dike marah, lalu menghajar Bambang Kandihawa, kemudian melemparnya jauh-jauh.
Bambang Kandihawa alias Dewi Srikandi jatuh di hadapan pendeta raksasa bernama Begawan Amintuna dari Parang Gumiwang yang sedang bertapa. Mereka kemudian bertukar kelamin. Sesudah menjadi laki-laki, Bambang Kandihawa kembali ke Kerajaan Manimantaka. Dewi Durniti menerima Bambang Kandihawa dengan baik sehingga mereka mendapat seorang anak, yaitu Nirbita, yang setelah dewasa kelak lebih dikenal dengan nama Prabu Niwatakawaca.
Setelah melahirkan, Dewi Durniti meninggal.
Bambang Kandihawa lalu ingin menikah lagi. Pilihannya jatuh pada Dewi Subadra, istri Arjuna. Nirbita lalu melamarkan Dewi Subadra bagi Bambang Kandihawa. Dewi Subadra minta syarat Kembang Dewandaru, dan ternyata Nirbita dapat memenuhi mahar itu. Dengan membawa Kembang Dewandaru, Bambang Kandihawa datang ke Dwarawati.
Namun, Kandihawa tidak dapat mempersunting Dewi Subadra, karena harus berhadapan dahulu dengan Arjuna. Terjadilah perang tanding. Nirbita kalah dan pulang ke Manimantaka, sedangkan Bambang Kandihawa berubah ujud kembali menjadi Dewi Srikandi.
Popular Posts
-
DURMAGATI adalah salah seorang diantara 100 orang keluarga Kurawa (Sata Kurawa) yang terkemuka. Ia putra Prabu Drestarasta, raja negara...
-
PUNTADEWA adalah putra sulung Prabu Pandudewanata, raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Kunti, putri Prabu Basukunti dengan Dewi Dayi...
-
ARYA SETYAKI juga dikenal dengan nama Arya Wresniwara, yang berarti perwira dari suku Wresni. Sedangkan julukan Singamulangjaya, karena a...
-
PRABU JANAKA adalah raja negara Mantili atau Matila (Mahabharata), ayah Dewi Sinta. Prabu Janaka merupakan seorang raja yang masih keturu...
-
Prabu Matswapati memanggil Raden Utara dan Wratsangka untuk menghadap. Ia menanyakan mengapa Patih Kencakarupa dan Rupakenca tidak datang me...

0 komentar:
Posting Komentar